Post

Pembinaan Pondok Pesantren dengan Tema Melalui Silaturahmi Dengan Pondok Pesantren Kita Jaga Keutuhan NKRI Serta Mewujudkan Masyarakat Lampung Berjaya oleh Kesbangpol Daerah Prov. Lampung

Gedongtataan (5/03) Kegiatan diselenggarakan di  Aula Diniyyah Putri Lampung Jl. Raya Negeri Sakti Gedong Tataan, Kab. Pesawaran. Pembinaan Pondok Pesantren dengan Tema Melalui Silaturahmi Dengan Pondok Pesantren Kita Jaga Keutuhan NKRI Serta Mewujudkan Masyarakat Lampung Berjaya di Prov. Lampung oleh Kesbangpol Daerah Prov. Lampung.

Kegiatan dibuka oleh Kaban Kesbangpol Provinsi Lampung Bpk.Fitter Syahboedin, SE.,MM. Dihadiri pula oleh Mayor Darul Quthni (Pasi Komsos Korem 043/Gatam), Iptu Hermanto Fadil (Kasat Binmas Polres Pesawaran) Zainal Abidin (Kaban Kesbangpol Kab. Pesawaran), Supriyadi (Waka Kurikulum Diniyyah Putri Lampung), Para Kabid dan Staf Kesbangpol Daerah Prov. Lampung dan Kesbangpol Kab. Pesawaran. Peserta para santriwati Ponpes se-Kab. Pesawaran berjumlah 240 orang.

Kaban Kesbangpol Prov. Lampung menyampaikan Fenomena terorisme di dunia saat ini masih terus berkembang seiring zaman. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya ketidakpuasan terhadap situasi di wilayahnya, mengimpikan penerapan ideologinya, adanya bentuk ketidakadilan, adanya provokasi pihak tertentu, seperti halnya yang terjadi di India maupun di Rohingya beberapa waktu lalu. Terorisme bukanlah milik agama tertentu, karena agama tidak pernah mengajarkan bentuk-bentuk kekerasan maupun penerapan dogma agama dengan bentuk paksaan. Di Indonesia, terorisme dilakukan oleh kelompok-kelompok yang mengatasnamakan ajaran dari Agama Islam dalam menerapkan pahamnya seperti penerapan syariat Islam maupun Kekhalifahan Islam, namun dilakukan dengan cara-cara kekerasan maupun teror. Kelompok-kelompok teror di Indonesia yang melakukan teror yakni seperti Jamaah Anshorut Daulah (JAD) yang menginginkan penerapan Syariat Islam (Negara Islam) dan Jamaah Islamiyah (JI) yang menginginkan pendirian Kekhalifahaan Islam (menghilangkan Pancasila dan UUD 1945 diganti dengan sistem Islam dibawah kepemimpinan Khalifah Islam). Selanjutnya beliau mengajak generasi muda yang saat ini sedang melanjutkan pendidikannya di Ponpok-pondok Pesantren di Kab. Pesawaran, diharapkan tidak terpengaruh oleh ajakan-ajakan yang mengarah pada terorisme dengan cara kekerasan.

Iptu. Hermanto Fadil dalam materinya menyampaikan Radikalisme disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang agama, rendahnya tingkat pendidikan dan lapangan pekerjaan, kurangnya dialog antar umat beragama, lemahnya pemahaman ideologi Pancasila, dan Kesenjangan ekonomi. selanjutnya beliau menyampaikan tips untuk Pencegahan radikalisme, yakni Memperkenalkan diri dan memahamkan masyarakat bahaya terorisme; Menyaring paham-paham sesat oleh Ulama dan Tokoh Masyarakat;  Mengakui dan menerima perbedaan sebagai bentuk realitas sosial; Mengedepankan komunikasi atau dialog dalam menyikapi setiap perbedaan; Saling menjaga keharmonisan sosial dan kerukunan antar umat beragama; Mengedepankan kepentingan dan ketertiban umum (persatuan); Mengawasi media sarana penyebaran ideologi radikal; Berperan aktif dalam menjaga NKRI; Memahami kandungan yang terkandung dalam 4 pilar kebangsaan.